{"id":1015,"date":"2026-07-02T00:01:23","date_gmt":"2026-07-02T00:01:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/?p=1015"},"modified":"2026-07-02T00:01:23","modified_gmt":"2026-07-02T00:01:23","slug":"10-makanan-sunda-enak-di-bandung-yang-harus-anda-coba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/10-makanan-sunda-enak-di-bandung-yang-harus-anda-coba\/","title":{"rendered":"10 Makanan Sunda Enak di Bandung yang Harus Anda Coba"},"content":{"rendered":"<h1>10 Makanan Sunda Enak di Bandung yang Harus Anda Coba<\/h1>\n<p>Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, tidak hanya dikenal dengan pemandangan alamnya yang memukau dan udara sejuk yang menyegarkan, tapi juga kaya akan kuliner khas Sunda yang menggugah selera. Kuliner Sunda terkenal dengan rasa gurih dan segar, seringkali menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di Jawa Barat. Berikut adalah sepuluh makanan Sunda di Bandung yang wajib Anda coba ketika berkunjung.<\/p>\n<h2>1. Nasi Timbel<\/h2>\n<p>Nasi Timbel adalah makanan tradisional Sunda yang disajikan dengan nasi yang dibungkus daun pisang dan dikukus. Aroma daun pisang yang menyatu dengan nasi menghasilkan rasa yang khas dan sedap. Biasanya, Nasi Timbel disajikan dengan lauk seperti ayam goreng, ikan asin, tempe, tahu, serta sambal dan lalapan segar.<\/p>\n<h3>Temukan di:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Warung Nasi Alam Sunda<\/strong>Jl. Terusan Jakarta No. 147, Bandung.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>2. Karedok<\/h2>\n<p>Mirip dengan gado-gado, karedok adalah salad sayuran mentah yang disiram dengan saus kacang yang kental dan bercitarasa pedas-manis. Campuran sayuran seperti timun, tauge, kol, dan kacang panjang membuat hidangan ini segar dan menyehatkan. Karedok ideal sebagai pembuka atau pendamping hidangan utama.<\/p>\n<h3>Temukan di:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Kampung Daun Culture Gallery &amp; Cafe<\/strong>Jl. Sersan Bajuri Km 4,7 No. 88, Lembang.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>3. Sate Maranggi<\/h2>\n<p>Walaupun berasal dari Purwakarta, Sate Maranggi sangat terkenal di Bandung. Sate ini terbuat dari daging sapi atau kambing yang dimarinasi dengan bumbu khusus dan diolesi kecap manis saat pembakaran. Rasa manis dan gurihnya sangat menggugah selera, terutama ketika dinikmati dengan lontong dan sambal tomat.<\/p>\n<h3>Temukan di:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Sate Maranggi Cibungur<\/strong>Jl. Pahlawan No. 8, Bandung.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>4. Nasi Liwet<\/h2>\n<p>Nasi Liwet adalah hidangan nasi yang dimasak dengan santan, rempah, dan disajikan dengan ikan asin, tahu, tempe, serta sayur asem. Nasi liwet memiliki cita rasa gurih yang sangat khas dan populer sebagai sajian bersama keluarga.<\/p>\n<h3>Temukan di:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Nasi Liwet Wongso<\/strong>Jl. Pungkur No. 81, Bandung.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>5. Tahu Gejrot<\/h2>\n<p>Tahu Gejrot adalah cemilan khas yang terbuat dari tahu goreng dengan sambal cabai rawit, bawang merah, dan gula merah cair. Rasa bumbunya yang asam, manis, dan pedas memberikan sensasi nikmat yang unik.<\/p>\n<h3>Temukan di:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Kenal Gejrot Pak Yin<\/strong>Jl. Setiabudhi No.42, Bandung.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>6. Lotek<\/h2>\n<p>Lotek adalah campuran sayuran rebus seperti kacang panjang, bayam, dan tauge yang disiram dengan bumbu kacang tanah pedas. Rasanya mirip dengan pecel namun dengan cita rasa yang lebih ringan. Cocok sebagai menu makan siang sehat.<\/p>\n<h3>Temukan di:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Lotek Kalipah Apo<\/strong>St. Khalifah Apa No. 42, Bandung.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>7. Batagor<\/h2>\n<p>Batagor (Basreng Tahu Goreng) adalah jajanan yang terbuat dari tahu isi ikan tenggiri dan tepung kemudian digoreng hingga garing, disajikan dengan saus kacang pedas, kecap, dan jeruk limau. Kombinasi tekstur renyah dan saus yang kaya menjadikannya favorit di segala kalangan.<\/p>\n<h3>Temukan di:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Batagor Kingsley<\/strong>Jl. Veteran No.25, Bandung.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>8. Ini Cendol<\/h2>\n<p>Tak lengkap rasanya berkunjung ke Bandung tanpa mencicipi Es Cendol. Minuman tradisional yang menyegarkan ini terbuat dari cendol (tepung beras), santan, dan gula merah cair. Rasanya manis dengan aroma yang menenangkan.<\/p>\n<h3>Temukan di:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Itu Cendol Elizabeth<\/strong>Jl. Otto Iskandardinata No. 490, Bandung.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>9. Merinding<\/h2>\n<p>Peuyeum adalah tape singkong yang difermentasi. Makanan ini sering dijadikan oleh-oleh khas Bandung. Memiliki rasa manis sedikit masam dengan tekstur yang lembut, peuyeum adalah camilan sehat yang penuh energi.<\/p>\n<h3>Temukan di:<\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Toko Peuyeum Cihampelas<\/strong>Jl. Cihampelas No. 67-71,<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>10 Makanan Sunda Enak di Bandung yang Harus Anda Coba Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, tidak hanya dikenal dengan pemandangan alamnya yang memukau dan udara sejuk yang menyegarkan, tapi juga kaya akan kuliner khas Sunda yang menggugah selera. Kuliner Sunda terkenal dengan rasa gurih dan segar, seringkali menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di<span class=\"post-excerpt-end\">&hellip;<\/span><\/p>\n<p class=\"more-link\"><a href=\"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/10-makanan-sunda-enak-di-bandung-yang-harus-anda-coba\/\" class=\"themebutton\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[28],"class_list":["post-1015","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-makanan-sunda-enak-di-bandung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1015"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1017,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1015\/revisions\/1017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}