{"id":772,"date":"2026-02-19T09:59:32","date_gmt":"2026-02-19T09:59:32","guid":{"rendered":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/?p=772"},"modified":"2026-02-19T09:59:32","modified_gmt":"2026-02-19T09:59:32","slug":"cara-membuat-kue-bawang-gunting-renyah-dengan-1-kg-tepung-yang-lezat-dan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/cara-membuat-kue-bawang-gunting-renyah-dengan-1-kg-tepung-yang-lezat-dan\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Kue Bawang Gunting Renyah dengan 1 Kg Tepung yang Lezat dan"},"content":{"rendered":"<h1>Cara Membuat Kue Bawang Gunting Renyah dengan 1 Kg Tepung yang Lezat<\/h1>\n<p>Kue bawang gunting adalah salah satu camilan khas Indonesia yang populer, terutama saat perayaan Hari Raya atau kumpul keluarga. Gurih dan renyahnya kue ini menjadi daya tarik tersendiri. Apakah Anda tertarik untuk membuatnya sendiri di rumah? Artikel ini akan membahas cara membuat kue bawang gunting renyah dengan bahan 1 kg tepung terigu. Simak petunjuknya berikut ini!<\/p>\n<h2>Bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<p>Sebelum memulai proses pembuatan, pastikan Anda sudah menyiapkan semua bahan berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>1 kg tepung terigu<\/li>\n<li>200 gram margarin atau mentega, suhu ruang<\/li>\n<li>3 butir telur<\/li>\n<li>200 ml santan kental<\/li>\n<li>4 siung bawang putih, haluskan<\/li>\n<li>5 batang daun seledri, iris halus<\/li>\n<li>2 batang daun bawang, iris halus<\/li>\n<li>2 sendok teh garam<\/li>\n<li>1 sendok teh kaldu bubuk (opsional)<\/li>\n<li>Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Langkah-langkah Membuat Kue Bawang Gunting<\/h2>\n<h3>1. Mempersiapkan Adonan Kue<\/h3>\n<p>Langkah pertama adalah mempersiapkan adonan kue. Berikut cara melakukannya:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Campur Bahan Kering<\/strong>: Dalam wadah besar, campurkan tepung terigu dan garam. Aduk hingga semua tercampur rata.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Tambahkan Margarin<\/strong>: Masukkan margarin ke dalam campuran tepung. Gunakan ujung jari atau garpu untuk mencampur margarin dengan tepung hingga menyerupai butiran kasar.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Tambahkan Bahan Basah<\/strong>: Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan mulai terbentuk. Pastikan adonan tidak terlalu lengket atau terlalu kering.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Tambahkan Bumbu<\/strong>: Masukkan bawang putih halus, daun seledri, dan daun bawang. Aduk rata hingga bumbu tercampur sempurna dalam adonan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Penambahan Telur<\/strong>: Kocok lepas telur dan tambahkan ke adonan. Uleni kembali hingga adonan benar-benar halus dan bisa dipulung dengan mudah.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>2. Proses Membentuk Adonan<\/h3>\n<p>Untuk memastikan kue memiliki bentuk yang seragam dan rapi, ikuti langkah berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Pipihkan Adonan<\/strong>: Gulingkan adonan yang sudah jadi menjadi lembaran tipis dengan ketebalan sekitar 0.5 cm menggunakan rolling pin.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Gunting Adonan<\/strong>: Gunakan gunting dapur untuk memotong adonan menjadi bentuk segitiga kecil atau sesuai selera. Pastikan bentuk kue seragam agar matang merata saat digoreng.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>3. Penggorengan Kue<\/h3>\n<p>Sekarang saatnya menggoreng kue bawang yang sudah dibentuk:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Panaskan minyak<\/strong>: Isi wajan dengan minyak goreng secukupnya, lalu panaskan dengan api sedang.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Goreng Kue<\/strong>: Masukkan potongan adonan ke dalam minyak panas. Goreng hingga kuning keemasan dan renyah.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Angkat dan Tiriskan<\/strong>: Angkat kue yang sudah matang, lalu tiriskan di atas kertas minyak atau tisu dapur untuk mengurangi minyak berlebih.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips Agar Kue Bawang Lebih Renyah dan Tahan Lama<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Pengadukan yang Tepat<\/strong>: Jangan menguleni adonan terlalu lama agar kue tidak keras.<\/li>\n<li><strong>Suhu Minyak<\/strong>: Pastikan minyak cukup panas untuk menghindari kue menyerap terlalu banyak minyak.<\/li>\n<li><strong>Penyimpanan yang Benar<\/strong>: Simpan kue dalam wadah kedap udara setelah dingin agar tetap renyah.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Menutupi<\/h2>\n<p>Membuat kue bawang gunting yang renyah dan lezat tentunya membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dengan bahan yang sederhana, Anda bisa menikmati camilan yang menggugah selera ini kapan saja. Semoga panduan ini membantu Anda menciptakan kue bawang gunting yang sempurna di rumah!<\/p>\n<p>Pastikan juga untuk terus berkreasi dan menambahkan sentuhan pribadi pada resep ini. Selamat mencoba!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Membuat Kue Bawang Gunting Renyah dengan 1 Kg Tepung yang Lezat Kue bawang gunting adalah salah satu camilan khas Indonesia yang populer, terutama saat perayaan Hari Raya atau kumpul keluarga. Gurih dan renyahnya kue ini menjadi daya tarik tersendiri. Apakah Anda tertarik untuk membuatnya sendiri di rumah? Artikel ini akan membahas cara membuat kue<span class=\"post-excerpt-end\">&hellip;<\/span><\/p>\n<p class=\"more-link\"><a href=\"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/cara-membuat-kue-bawang-gunting-renyah-dengan-1-kg-tepung-yang-lezat-dan\/\" class=\"themebutton\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":773,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[194],"class_list":["post-772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-resep-kue-bawang-gunting-renyah-1-kg-tepung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=772"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":775,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/772\/revisions\/775"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/media\/773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}