{"id":788,"date":"2026-02-27T10:28:53","date_gmt":"2026-02-27T10:28:53","guid":{"rendered":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/?p=788"},"modified":"2026-02-27T10:28:53","modified_gmt":"2026-02-27T10:28:53","slug":"resep-cilok-goang-yang-bikin-ketagihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/resep-cilok-goang-yang-bikin-ketagihan\/","title":{"rendered":"Resep Cilok Goang yang Bikin Ketagihan"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Cilok Goang yang Bikin Ketagihan<\/h1>\n<p>Cilok Goang merupakan salah satu kuliner khas dari Jawa Barat yang semakin popular di berbagai daerah di Indonesia. Makanan ini terkenal dengan teksturnya yang kenyal serta saus bumbu kuah goang yang pedas menggigit. Dalam artikel ini, kita akan membahas resep Cilok Goang yang membuat siapa saja ketagihan. Tidak hanya itu, kami akan memberikan tips dan trik agar cilok Anda lebih lezat dan otentik. <\/p>\n<h2>Apa itu Cilok Goang?<\/h2>\n<p>Cilok adalah akronim dari &#8220;aci dicolok,&#8221; yaitu olahan berbahan dasar tepung tapioka (aci) yang dibentuk bulat-bulat kecil dan disajikan dengan cara dicolokkan ke tusuk sate. Sementara itu, &ldquo;goang&rdquo; merujuk pada kuah pedas dari cabai rawit yang menjadi ciri khas makanan ini. Kombinasi antara cilok yang kenyal dan kuah goang yang pedas ini menjadikannya makanan yang sangat digemari. <\/p>\n<h2>Bahan-bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<h3>Bahan untuk Cilok:<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram tepung tapioka<\/li>\n<li>100 gram tepung terigu<\/li>\n<li>3 siung bawang putih, dihaluskan<\/li>\n<li>1 sendok teh merica bubuk<\/li>\n<li>1 sendok teh garam<\/li>\n<li>1 batang daun bawang, iris halus<\/li>\n<li>300 ml air mendidih<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan untuk Kuah Goang:<\/h3>\n<ul>\n<li>10 buah cabai rawit merah<\/li>\n<li>5 siung bawang putih<\/li>\n<li>2 sendok makan minyak goreng<\/li>\n<li>1 sendok teh garam<\/li>\n<li>1 sendok teh gula<\/li>\n<li>3 sendok makan air jeruk nipis<\/li>\n<li>500 ml air kaldu ayam<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Langkah-Langkah Pembuatan<\/h2>\n<h3>Cara Membuat Cilok:<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Campur Bahan Kering:<\/strong><br \/>\nDalam sebuah mangkuk besar, campurkan tepung tapioka, tepung terigu, bawang putih yang sudah dihaluskan, merica bubuk, garam, dan irisan daun bawang.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Uleni Adonan:<\/strong><br \/>\nTambahkan air mendidih sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan menjadi kalis dan bisa dibentuk.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Bentuk dan Rebus Ciloc :<\/strong><br \/>\nAmbil sedikit adonan, bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil. Masukkan ke dalam air mendidih hingga cilok mengapung. Angkat dan tiriskan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Membuat Kuah Goang:<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Haluskan Bahan:<\/strong><br \/>\nHaluskan cabai rawit dan bawang putih. <\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Tumis Bumbu:<\/strong><br \/>\nPanaskan minyak goreng di dalam panci, lalu tumis bumbu yang telah dihaluskan hingga harum.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>kuah kaldu:<\/strong><br \/>\nTambahkan air kaldu ayam ke dalam tumisan bumbu. Masukkan garam dan gula, lalu masak hingga mendidih. Tambahkan air jeruk nipis sesaat sebelum diangkat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Penyajian Cilok Goang<\/h2>\n<ol>\n<li>Masukkan cilok ke dalam mangkuk saji.<\/li>\n<li>Siram dengan kuah goang yang pedas dan panas.<\/li>\n<li>Tambahkan taburan daun bawang segar jika suka.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips dan Trik<\/h2>\n<ul>\n<li>\n<p><strong>Gunakan air mendidih:<\/strong><br \/>\nMenggunakan air mendidih saat mencampur adonan cilok membantu adonan menjadi lebih elastis dan mudah dibentuk.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Kaldu Ayam:<\/strong><br \/>\nGunakan kaldu ayam asli untuk mendapat rasa kuah yang lebih lezat dan gurih.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Tingkat Kepedasan:<\/strong><br \/>\nSesuaikan jumlah cabai rawit sesuai dengan tingkat kepedasan yang Anda inginkan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Manfaat Makan Cilok Goang<\/h2>\n<p>Meskipun dikenal sebagai jajanan, cilok goang juga memiliki beberapa manfaat kesehatan. Tepung tapioka mengandung karbohidrat yang menjadi sumber energi. Selain itu, capsaicin dalam cabai rawit dapat membantu mempercepat metabolisme dan meningkatkan sirkulasi darah.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Cilok goang adalah contoh sempurna bagaimana makanan sederhana bisa menjadi sangat lezat dengan sedikit kreativitas dan bumbu. Kombinasi dari cilok yang kenyal dan kuah goang yang pedas menjadikan makanan ini layak dicoba. Jangan ragu untuk membuat sendiri di rumah dan nikmati rasa otentik dari kuliner khas Indonesia ini. Selamat memasak!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Cilok Goang yang Bikin Ketagihan Cilok Goang merupakan salah satu kuliner khas dari Jawa Barat yang semakin popular di berbagai daerah di Indonesia. Makanan ini terkenal dengan teksturnya yang kenyal serta saus bumbu kuah goang yang pedas menggigit. Dalam artikel ini, kita akan membahas resep Cilok Goang yang membuat siapa saja ketagihan. Tidak hanya<span class=\"post-excerpt-end\">&hellip;<\/span><\/p>\n<p class=\"more-link\"><a href=\"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/resep-cilok-goang-yang-bikin-ketagihan\/\" class=\"themebutton\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":789,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[198],"class_list":["post-788","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-resep-cilok-goang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=788"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/788\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":791,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/788\/revisions\/791"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/media\/789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetjakarta.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}